Senin, 24 Oktober 2011

PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN SKPKD


1.                  PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN SKPKD
Laporan keuangan SKPKD yang dimaksud adalah laporan keuangan yang dihasilkan dari proses akuntansi sebagai berikut:
Langkah 1 (kertas kerja)
a)      Fungsi akuntansi di SKPKD menyiapkan kertas kerja (worksheet) 10 lajur sebagai alat untuk menyusun Laporan Keuangan. Kertas kerja adalah alat bantu yang digunakan dalam proses pembuatan Laporan Keuangan. Kertas kerja berguna untuk mempermudah proses pembuatan laporan keuangan yang dihasilkan secara manual.
contoh dokumen kertas kerja (worksheet) adalah sebagai berikut:


b)      Fungsi Akuntansi di SKPKD melakukan rekapitulasi saldo-saldo buku besar menjadi neraca saldo tersebut diletakkan di kolom “Neraca Saldo” yang terdapat pada Kertas Kerja.
c)      Fungsi Akuntansi di SKPKD membuat jurnal penyesuaian. Jurnal ini dibuat dengan tujuan melakukan penyesuaian atas saldo pada akun-akun tertentu dan pengakuan atas transaksi-transaksi yang bersifat akrual. Jurnal penyesuaian tersebut diletakkan dalam kolom “penyesuaian” yang terdapat pada kertas kerja.
Jurnal penyesuaian yang diperlukan antara lain digunakan untuk:
·         Koreksi Kesalahan
·         Pencatatan jurnal yang belum dilakukan pemindahbukuan
·         Pencatatan piutang dan persediaan pada akhir tahun
Contoh jurnal penyesuaian adalah:
Pengakuan Piutang yang Belum Tertagih
1
Piutang-piutang
XXX

Cadangan Piutang

XXX

Dalam contoh berikut, terdapat satu jurnal penyesuaian untuk pengakuan piutang DAU sebesar Rp. 500 juta.
1.1.3.04.01
Piutang-piutang
500,000

3.1.2.01.01
Cadangan Piutang

500,000

d)     Fungsi Akuntansi di SKPKD melakukan penyesuaian atas neraca saldo berdasarkan jurnal penyesuaian yang telah dibuat sebelumnya. Nilai yang telah disesuaikan diletakkan pada kolom “Neraca Saldo Setelah Penyesuaian” yang terdapat pada Kertas Kerja.
e)      Berdasarkan Neraca Saldo yang telah disesuaika, fungsi Akuntansi di SKPKD mengidentifikasi akun-akun yang termasuk dalam komponen Laporan Realisasi Anggaran dan memindahkannya ke kolom “Laporan Realisasi Anggaran” yang terdapat pada Kertas Kerja.
f)       Berdasarkan Neraca Saldo yang telah disesuaikan, Fungsi Akuntansi di SKPKD mengidentifikasi akun-akun yang termasuk dalam komponen Neraca dan memindahkannya ke kolom “Neraca” yang terdapat pada Kertas Kerja.
g)      Dari Kertas Kerja yang telah selesai diisi, Fungsi Akuntansi di SKPKD dapat menyusun Laporan Keuangan yang terdiri dari Neraca dan Laporan Realisasi Anggaran. Sebagai Catatan, Neraca yang dihasilkan belum final karena PPK-SKPKD belum membuat Jurnal Penutup.


Langkah 2 (Jurnal Penutup)
Jurnal Penutup adalah jurnal yang dibuat untuk menutup saldo nominal menjadi nol pada akhir periode akuntansi. Perkiraan nominal adalah perkiraan yang digunakan untuk Laporan Realisasi Anggaran, yaitu Pendapatan, Belanja, dan Pembiayaan.
Pendapatan
Penerimaan Pembiayaan
Apropriasi Belanja
Estimasi Pengeluaran Pembiayaan
xxx
xxx
xxx
xxx
  Belanja
Pengeluaran Pembiayaan
Estimasi Pendapatan
Estimasi Penerimaan Pembiayaan
SILPA
xxx
xxx
xxx
xxx
xxx

Jurnal Penutup akan mempengaruhi nilai SILPA di neraca menjadi jumlah yang benar. Contoh Jurnal Penutup untuk Neraca Saldo di atas dan Neraca Saldo setelah penutupan adalah sebagai berikut:

4.1.1.01.01      Pendapatan DAU                                             5.000.000.000
4.1.1.01.02      Pendapatan DAK                                             3.000.000.000
3.1.1.01.01                  SILPA                                                                          8.000.000.000

3.1.1.01.01      SILPA                                                                 500.000.000
5.1.2.01.01                  Belanja Bunga                                                                200.000.000
5.1.4.01.02                  Belanja Subsidi                                                               200.000.000
5.1.4.01.02                  Belanja Hibah                                                                 100.000.000

6.1.4.01.01      Penerusan Pinjaman Daerah                            3.000.000.000
6.1.4.03.01      Penerusan Pinjaman Bank                               2.000.000.000
3.1.1.01.01                  SILPA                                                                          5.000.000.000                                                                                    

3.1.1.01.01      SILPA                                                              2.500.000.000
6.2.1.01.01                  Pembentukan Dana Cadangan                                        500.000.000
6.2.1.02.01                  Penyertaan Modal Pemda                                            2.000.000.000





Langkah 3 (Konversi SAP)
Laporan keuangan yang dibuat oleh SKPD yang dihasilkan oleh sistem ini menggunakan struktur akun belanja yang berbeda dengan Standar Akuntansi Pemerintah. Untuk itu diperlukan sebuah langkah konversi. Berikut bagan konversi yang dimaksud:
Belanja Tidak Langsung
TRANSFER
 
BELANJA TIDAK TERDUGA
 
BELANJA MODAL
 
Belanja Bantuan Keuangan
 
Belanja Bantuan Langsung
 
Belanja Hibah
 
Belanja Subsidi
 
Belanja Bunga
 
Belanja Barang
 
Belanja Pegawai
 
Belanja Operasi
 
Belanja Tidak Terduga
 
Bantuan Keuangan
 
Belanja Bagi Hasil
 
Bantuan Sosial
 
Hibah
 
Subsidi
 
Bunga
 

 
Belanja Tidak Langsung
 
                                                                                                                       






















Bevel: Laporan Realisasi AnggaranBerikut adalah contoh dari Laporan Keuangan yang dihasilkan Akuntansi PPKD


PROVINSI/KABUPATEN/KOTA*)….
LAPORAN REALISASI SEMESTER PERTAMA APBD DAN PROGNOSIS 6 (ENAM) BULAN BERIKUTNYA
TAHUN ANGGARAN…..

No Urut
Uraian
Jumlah Anggaran



Realisasi Semester Pertama

Sisa Anggaran s.d. Semester Pertama
Prognosis
Keterangan
1
2
3
4
5
6
7
1

1.2
1.2.1

1.2.1.1
1.2.1.2

1.2.1.3
1.2.1.4

1.2.2
1.2.2.1
1.2.2.2

1.2.3
1.2.3.1
1.2.3.2

1.3

1.3.1
1.3.2
1.3.3
PENDAPATAN

PENDAPATAN TRANSFER
Transfer Pemerintah Pusat-Dana Perimbangan
Dana Bagi Hasil Pajak
Dana Bagi Hasil Bukan Pajak (Sumber Daya Alam)
Dana Alokasi Umum
Dana Alokasi Khusus

Transfer Pemerintah Pusat Lainnya
Dana Otonomi Khusus
Dana Penyesuaian

Transfer Pemerintah Provinsi
Pendapatan Bagi Hasil Pajak
Pendapatan Bagi Hasil Lainnya

LAIN-LAIN PENDAPATAN YANG SAH
Pendapatan Hibah
Pendapatan Dana Darurat
Pendapatan Lainnya






Jumlah





2

2.1
2.1.2
2.1.3
2.1.4
2.1.5
2.1.6
2.1.7

2.3
2.3.1
BELANJA

BELANJA OPERASI
Belanja Barang
Belanja Bunga
Belanja Subsidi
Belanja Hibah
Belanja Bantuan Sosial
Belanja Bantuan Keuangan

BELANJA TIDAK TERDUGA
Belanja Tidak Terduga






Jumlah





2.4
2.4.1

2.4.1.1
2.4.1.2
2.4.1.3
TRANSFER
TRANSFER BAGI HASIL KE DESA
Bagi Hasil Pajak
Bagi Hasil Retribusi
Bagi Hasil Pendapatan Lainnya






Surplus / Defisit





3

3.1
3.1.1

3.1.2
3.1.3

PEMBIAYAAN

PENERIMAAN DAERAH
Penggunaan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA)
Pencairan Dana Cadangan
Hasil Penjualan Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan





3.1.4
3.1.5

3.1.6
Penerimaan Pinjaman daerah
Penerimaan Kembali Pemberian Pinjaman Daerah
Penerimaan Piutang Daerah






Jumlah





3.2
3.2.1
3.2.2

3.2.3
3.2.4
PENGELUARAN DAERAH
Pembentukan Dana Cadangan
Penyertaan Modal (Investasi) Pemerintah Daerah
Pembayaran Pokok Hutang
Pemberian Pinjaman Daerah






Jumlah













Pembiayaan Neto












3.3
Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA)










PROVINSI/KABUPATEN/KOTA….
LAPORAN REALISASI ANGGARAN SKPKD
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR SAMPAI DENGAN 31 DESEMBER…

(dalam rupiah)

No Urut
Uraian
Anggaran setelah perubahan
Realisasi

Lebih/ (Kurang)
1
2
3
4
5
1

1.2
1.2.1

1.2.1.1
1.2.1.2

1.2.1.3
1.2.1.4

1.2.2
1.2.2.1
1.2.2.2

1.3

1.3.1
1.3.2
1.3.3
PENDAPATAN

PENDAPATAN TRANSFER
Transfer Pemerintah Pusat-
Dana Perimbangan
Dana Bagi Hasil Pajak
Dana Bagi Hasil Bukan Pajak
(Sumber Daya Alam)
Dana Alokasi Umum
Dana Alokasi Khusus

Transfer Pemerintah Pusat Lainnya
Dana Otonomi Khusus
Dana Penyesuaian

LAIN-LAIN PENDAPATAN YANG SAH
Pendapatan Hibah
Pendapatan Dana Darurat
Pendapatan Lainnya




Jumlah



2

2.1
2.1.2
2.1.3
2.1.4
2.1.5
2.1.6
2.1.7

2.3
2.3.1
BELANJA

BELANJA OPERASI
Belanja Barang
Belanja Bunga
Belanja Subsidi
Belanja Hibah
Belanja Bantuan Sosial
Belanja Bantuan Keuangan

BELANJA TIDAK TERDUGA
Belanja Tidak Terduga




Jumlah



2.4
TRANSFER




Surplus / Defisit



3

3.1
3.1.1

3.1.2
3.1.3

PEMBIAYAAN

PENERIMAAN DAERAH
Penggunaan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA)
Pencairan Dana Cadangan
Hasil Penjualan Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan



3.1.4
3.1.5

3.1.6
Penerimaan Pinjaman daerah
Penerimaan Kembali Pemberian Pinjaman Daerah
Penerimaan Piutang Daerah




Jumlah



3.2
3.2.1
3.2.2

3.2.3
3.2.4
PENGELUARAN DAERAH
Pembentukan Dana Cadangan
Penyertaan Modal (Investasi) Pemerintah Daerah
Pembayaran Pokok Hutang
Pemberian Pinjaman Daerah




Jumlah








3.3
Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA)



















Bevel: Neraca SKPKD 

PROVINSI/KABUPATEN/KOTA…..
NERACA SKPKD
Per 31 Desember Tahun n dan Tahun n-1

Uraian
Jumlah
Kenaikan (Penurunan)
Tahun n
Tahun n-1
Jumlah
%
ASET
ASET LANCAR
Kas
Kas di Kas Daerah
ASET UNTUK DIKONSOLIDASI
RK SKPD……
RK SKPD…….
INVESTASI JANGKA PANJANG
Investasi Permanen
Investasi Non Permanen
ASET LAINNYA
Tagihan Penjualan Angsuran
Tagihan Tuntutan Ganti Kerugian Daerah
Kemitraan dengan Pihak Ketiga
Aset Tak Berwujud
Aset Lain-Lain
JUMLAH ASET




KEWAJIBAN
KEWAJIBAN JANGKA PENDEK
Hutang Perhitungan Pihak Ketiga
Uang Muka dari Kas Daerah
Pendapatan Diterima Dimuka/Pendapatan yang Ditangguhkan
Hutang Jangka Pendek Lainnya




Jumlah




EKUITAS DANA
EKUITAS DANA LANCAR
Cadangan Piutang
Cadangan Persediaan




Jumlah




EKUITAS DANA INVESTASI
Diinvestasikan dalam Aset Tetap
Diinvestasikan dalam Aset Lainnya




Jumlah




JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS DANA






Bevel: Catatan Atas Laporan Keuangan 


PROVINSI/KABUPATEN/KOTA…….
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
SKPKD……..

PENDAHULUAN
BAB I
Pendahuluan

1.1
Maksud dan tujuan penyusunan laporan keuangan SKPD

1.2
Landasan hukum penyusunan laporan keuangan SKPD

1.3
Sistematika penulisan catatan atas laporan keuangan SKPD
BAB II
Ekonomi makro, kebijakan keuangan dan pencapaian target kinerja APBD SKPD

2.1
Ekonomi makro

2.2
Kebijakan keuangan

2.3
Indicator pencapaian target kinerja APBD
BAB III
Ikhtisar pencapaian kinerja keuangan SKPD

3.1
Ikhtisar realisasi pencapaian target kinerja keuangan SKPD

3.2
Hambatan dan kendala yang ada dalam pencapaian target yang telah ditetapkan
BAB IV
Kebijakan akuntansi

4.1
Entitas akuntansi/entitas laporan keuangan daerah SKPD

4.2
Basis akuntansi yang mendasari penyusunan laporan keuangan SKPD

4.3
Basis pengukuran yang mendasari penyusunan laporan keuangan SKPD

4.4
Penerapan kebijakan akuntansi berkaitan dengan ketentuan yang ada dalam SAP pada SKPD
BAB V
Penjelasan po-pos Laporan Keuangan SKPD

5.1
Rincian dan penjelasan masing-masing pos-pos pelaporan keuangan SKPD


5.1.1
Pendapatan


5.1.2
Belanja


5.1.3
Aset


5.1.4
Kewajiban


5.1.5
Ekuitas Dana

5.2
Pengungkapan atas pos-pos aset dan kewajiban yang timbul sehubungan dengan penerapan basis akrual atas pendapatan dan belanja dan rekonsiliasinya dengan penerapan basis kas, untuk entitas akuntansi/entitas pelaporan yang menggunakan basis akrual pada SKPD
BAB VI
Penjelasan atas informasi-informasi non keuangan SKPD
BAB VII
Penutup