Rabu, 14 April 2010

contoh LAPORAN PELAKSANAAN KULIAH KERJA NYATA (KKN)

LAPORAN PELAKSANAAN
KULIAH KERJA NYATA (KKN) TEMATIK
PENUNTASAN BUTA AKSARA (PBA)
DI DESA LEGOKKALONG / LIMBANGAN / GUTOMO
KECAMATAN KARANGANYAR
KABUPATEN PEKALONGAN
TAHUN 2009






Oleh:
Handro Tumpal P NIM: 7350406024
Teguh Setyadi NIM: 3450406553
Ika Wijayanti NIM: 2350406014
Eva Melati NIM: 4350406526
Eni Sugiarti NIM: 1402908233
Sandhi Prihatnolo NIM: 6101908126


LEMBAGA/PUSAT PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
TAHUN 2009
LEMBAR PENGESAHAN
Laporan pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata ( KKN ) Tematik Penuntasan Buta Aksara (PBA) Mahasiswa Universitas Negeri Semarang (UNNES) yang dilaksanakan pada tanggal 05 Oktober s/d 18 November Tahun 2009 di Desa LEGOKKALONG / LIMBANGAN / GUTOMO Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan telah disahkan pada
Hari :
Tanggal : November 2009



PJ Kepala Desa



Purwoto
Dosen Pembimbing Lapangan



Drs. Said Junaidi, M.Kes
NIP. 19690715 199403 1 001







KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat dan hidayah-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan tugas Kuliah Kerja Nyata (KKN) serta laporan tentang kegiatan selama Kuliah Kerja Nyata (KKN), di Desa LEGOKKALONG / LIMBANGAN / GUTOMO Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan, dengan lancar.
Dalam pelaksanaan kegiatan KKN di Desa LEGOKKALONG / LIMBANGAN / GUTOMO ini diikuti oleh Enam (6) mahasiswa Universitas Negeri Semarang (UNNES) dari berbagai macam program studi. Program utama dari kegiatan KKN ini adalah Penuntasan Buta Aksara (PBA) sebagai tindak lanjut akhir dari program sebelumnya Pemberantasan Buta Aksara, dan dilakukan selama 45 hari, mulai dari tanggal 05 Oktober 2009 hingga 18 November 2009.
Sehubungan dengan telah terlaksananya Program Kerja KKN ini maka dalam kesempatan ini, kami ucapkan terima kasih kepada:

  1. Prof. Dr. H. Soedijono Sastroatmodjo, M.Si, selaku Rektor Universitas Negeri Semarang.

  2. Hj. Siti Qomariyah, M.M selaku Bupati Pekalongan.

  3. H.Winarno Hadi, S.Sos, selaku Camat Karanganyar.

  4. Drs.Tri Panji Irianto, MM, selaku Kepala Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Pekalongan.

  5. Drs. Susherwanto, selaku Kepala UPT Pendidikan Dasar Kecamatan Karanganyar.

  6. Drs. Bambang Budi Raharjo, M.Si selaku Kepala Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Unnes.

  7. Drs. Said Junaidi, M.Kes, selaku Dosen Koordinator Kecamatan KKN di Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan.

  8. Drs. Said Junaidi, M.Kes, selaku Dosen Pembimbing Lapangan dari Universitas Negeri Semarang.

  9. Pak Purwoto, selaku PJ Kepala Desa LEGOKKALONG.

  10. Segenap perangkat Kecamatan Karanganyar yang telah memberikan informasi serta dukungan kepada mahasiswa selama KKN.

  11. Seluruh Perangkat dan Warga Masyarakat desa LEGOKKALONG / LIMBANGAN / GUTOMO Kecamatan Karanganyar yang kami hormati dan kami banggakan.

  12. Semua pihak yang tidak dapat kami sebutkan satu per satu yang telah membantu terlaksananya KKN Tematik PBA UNNES 2009 ini sehingga dapat berjalan dengan baik dan lancar.
Kami menyadari bahwa penyusunan Laporan KKN ini masih jauh sempurna karena keterbatasan pengetahuan dan waktu. Oleh karena itu segala bentuk kritik dan saran yang sifatnya membangun dari semua pihak sangat kami harapkan.
Semoga Laporan KKN ini dapat bermanfaat bagi orang lain.


Pekalongan, November 2009



TIM KKN TEMATIK PBA UNNES
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
HALAMAN PENGESAHAN i
KATA PENGANTAR ii
DAFTAR ISI iv
DAFTAR LAMPIRAN v
BAB I : PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang 1

  2. Tujuan Penyelenggaraan Pendidikan Keaksaraan 3

  3. Rencana Kegiatan KKN Tematik PBA 4

  4. Tempat Pelaksanaan KKN Tematik PBA 7

  5. Waktu Pelaksanaan KKN Tematik PBA 9

  6. Rencana Kegiatan Penyelenggaraan Pendidikan Keaksaraan 9
BAB II : PROSES PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN KEAKSARAAN

  1. Pendataan Calon Warga Belajar 11

  2. Pembentukan Kelompok Belajar 11

  3. Proses Pelaksanaan Pembelajaran 12

  4. Tempat dan Waktu Pelaksanaan KKN Tematik PBA............................. 15

  5. Pelaksanaan Evaluasi Hasil Pembelajaran………………………… 15

  6. Tingkat Pencapaian Hasil Pembelajaran……………………………… 18

  7. Faktor Pendukung dan Penghambat…………………………………… 19

  8. Upaya Mengatasi Hambatan…………………………………………… 20
BAB III : PENUTUP

  1. Simpulan……………………………………………………………… 21

  2. Rekomendasi…………………………………………………………. 21

  3. Kata Penutup…………………………………………………………... 22

DAFTAR LAMPIRAN
LAMPIRAN – LAMPIRAN

  1. Daftar identitas mahasiswa peserta KKN Tematik PBA Desa LEGOKKALONG / LIMBANGAN / GUTOMO Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan 2009.

  2. Daftar nama dan identitas lengkap calon warga belajar yang berhasil didata mahasiswa peserta KKN Tematik PBA.

  3. Daftar nama dan identitas lengkap warga belajar yang mengikuti proses pembelajaran.

  4. Daftar nama dan identitas lengkap warga belajar yang lulus evaluasi hasil pembelajaran.

  5. Rekapitulasi jumlah warga belajar pendidikan keaksaraan yang lulus evaluasi.

  6. Dokumen lain yang relevan.




BAB I
PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang
Desa sebagai satu bagian dari wilayah Indonesia yang penduduknya paling dominan merupakan salah satu aset yang strategis dalam pengembangan masyarakat untuk terus membangun dan dikembangkan sesuai dengan potensinya. Pembangunan baik mental spiritual maupun fisik material merupakan tanggung jawab bersama seluruh warga Negara Indonesia. Sehingga, sistem sentralisasi dan desentralisasi yang dipadukan merupakan langkah yang paling tepat, di samping program umum dari pusat juga ada kebijakan lokal sesuai dengan wilayah setempat. Dengan demikian, pembangunan membutuhkan kerja keras dan pengabdian dari segenap masyarakat, karena itu usaha pembangunan menjadi tanggung jawab bersama semua pihak termasuk lembaga perguruan tinggi beserta civitas akademiknya.
Perguruan tinggi sebagai pusat pemeliharaan dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sesuai dengan kebutuhan masa sekarang dan masa yang akan datang, di samping mendidik mahasiswa agar berjiwa penuh pengabdian serta kegairahan untuk meneliti dengan penuh rasa tanggung jawab yang besar terhadap masa depan Bangsa dan Negara, menggiatkan mahasiswa sehingga bermanfaat bagi pembangunan daerah dan nasional.
Perguruan tinggi dituntut untuk lebih berorientasi dan menyesuaikan kurikulumnya kepada kebutuhan pembangunan yang dapat menghayati dan mengatasi problema pembangunan dan kemasyarakatan serta berfungsi sebagai penerus pembangunan. Hal ini akan sangat bermakna karena pada dasarnya ilmu pengetahuan dan teknologi itu harus diabdikan kepada pembangunan manusia seutuhnya.
Dalam konteks pemikiran yang demikian itu, maka Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masysrakat yang diharapkan akan dapat menjawab terhadap tantangan pembangunan dan masa depan tersebut.
Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu bentuk pengintegrasian kegiatan antara masyarakat dengan pendidikan dan penelitian terutama oleh mahasiswa dengan bimbingan perguruan tinggi dan pemerintah daerah, dilaksanakan secara interdisipliner dan intrakurikuler.
Keaksaraan fungsional terdiri dari dua konsep yaitu “keaksaraan” dan “fungsional”. Keaksaraan (literacy) secara sederhana diartikan sebagai kemampuan untuk membaca, menulis, dan berhitung. Istilah “keaksaraaan” didefinisikan sebagai pengetahuan dasar dan keterampilan yang diperlukan oleh semua warga Negara dan salah satu pondasi bagi penguasaan kecakapan-kecakapan hidup yang lain. Sedangkan terminologi “fungsional” (functional) dalam keaksaraan berkaitan erat dengan fungsi dan atau tujuan dilakukannya pembelajaran dalam program pendidikan keaksaraan, serta adanya jaminan bahwa hasil pembelajarannya benar-benar fungsional (bermakna dan bermanfaat) bagi peningkatan mutu dan taraf hidup warga belajar dan masyarakatnya.
Keaksaraan fungsional merupakan suatu pendekatan ataupun bentuk pemberdayaan masyarakat buta aksara melalui peningkatan kemampuan membaca, menulis, berhitung, berfikir, mengamati, mendengar, dan berbicara yang berorientasi pada peningkatan harkat dan martabat kehidupan warga belajar dari belenggu kebodohan, kemiskinan, keterbelakangan, dan ketidakberdayaan.
Dengan demikian penuntasan buta aksara melalui kelompok belajar keaksaraan fungsional yang merupakan bentuk pelayanan Pendidikan Luar Sekolah tidak hanya berhenti pada kecakapan melek aksara, melainkan lebih jauh pada peningkatan kemampuan memanfaatkan kecakapan melek aksara untuk membangun kepercayaan diri dan pengembangan daya nalar praktis (fungsional), yang pada gilirannya mampu mengembangkan potensi diri guna memenuhi hajat hidupnya sehingga tetap exist dan survive dalam menghadapi perkembangan kehidupan masyarakat di lingkungan sekitarnya.

  1. Tujuan Penyelenggaraan Pendidikan Keaksaraan

  1. Tujuan penyelenggaraan program keaksaraan fungsional adalah untuk :

  1. Meningkatkan pengetahuan membaca, menulis, berhitung, dan ketrampilan fungsional untuk meningkatkan taraf hidup warga belajar.

  2. Mengembangkan kemampuan berpikir praktis, analitis, dan rasional untuk menggali potensi dan sumber-sumber kehidupan yang ada di lingkungan yang ada di lingkungan sekitar warga belajar agar lebih fungsional yakni bermakna, bermanfaat, dan berfungsi bagi peningkatan mutu dan taraf hidup warga belajar dan masyarakatnya.

  3. Mempercepat pengentasan masyarakat dari belenggu kebodohan, kemiskinan, keterbelakangan, dan ketidakberdayaan.

  1. Tujuan umum KKN Tematik PBA

  1. Melaksanakan Tri Darma perguruan tinggi dalam bidang pengabdian masyarakat.

  2. Sebagai proses pendewasaan mahasiswa dalam berpikir, bersikap, dan berperilaku secara realistis dan akademis yang dilandasi dengan semangat dan komitmen yang tinggi untuk memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat.

  3. Sebagai proses pembelajaran kepada mahasiswa dalam mengimplementasikan seperangkat teori yang telah diterima dibangku kuliah kepada masyarakat secara langsung.

  4. Sebagai proses pendidikan bagi mahasiswa agar berjiwa penuh pengabdian dalam mengawal pembangunan serta memiliki tanggung jawab yang tinggi terhadap masa depan Bangsa dan Negara.

  5. Membentuk sarjana yang berilmu, cakap, berbudi pekerti luhur, serta memiliki kesadaran dan tanggung jawab yang tinggi atas kesejahteraan masyarakat maupun masa depan Bangsa dan Negara Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

  6. Membentuk sarjana penerus pembangunan yang mampu menghayati berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat dan mampu mengembangkan pemikiran maupun penalaran untuk belajar memecahkan permasalahan yang kompleks secara pragmatis dan interdisipliner.

  7. Mendekatkan perguruan tinggi dengan masyarakat untuk menyesuaikan tuntutan pembangunan dan dinamika masyarakat.

  1. Tujuan Khusus KKN Tematik PBA
Berdasarkan tujuan program keaksaraan fungsional, maka kegiatan KKN Tematik PBA juga memiliki tujuan khusus sebagai berikut :

  1. Melaksanakan program percepatan penuntasan buta akasara di Jawa Tengah.

  2. Membantu pemerintah dalam upaya mewujudkan Jawa Tengah bebas buta aksara tahun 2009.

  1. Rencana Kegiatan KKN Tematik PBA
Adapun rencana kegiatan KKN Tematik PBA antara lain meliputi kegiatan:

  1. Identifikasi Keaksaraan
Sebelum melakukan proses pembelajaran maka tutor terlebih dahulu harus melakukan identifikasi keaksaraan. Identifikasi keakasaraan dimaksudkan untuk mengetahui potensi masyarakat dan masalah-masalah yang dihadapinya.
Dalam melakukan identifikasi potensi dan masalah-masalah yang dihadapi masyarakat, maka tutor perlu melakukan observasi keaksaraan untuk mengenali dengan baik tentang kehidupan masyarakat disekitar warga belajar. Dalam hal ini tutor secara langsung perlu mendengar, membaca, mengamati, memahami, dan mencatat dengan baik potensi maupun problem krusial dan paling dirasakan oleh masyarakat guna mendapatkan gambaran awal tentang rencana pembelajaran.
Melalui kegiatan observasi keaksaraan, maka tutor sebagai pemeran utama dalam program Keaksaraan Fungsional akan mendapatkan gambaran yang tepat tentang kemampuan dasar dan kebutuhan membaca, menulis, serta berhitung masyarakat. Tujuan tersebut dapat dicapai dengan melibatakan warga belajar dalam proses membuat kesepakatan belajar dan rencana pembelajaran.
Oleh karena kemampuan masing-masing warga belajar pada awal masuk kelompok belajar tidak sama, maka sebelum membuat kesepakatan belajar dan menyusun rencana pembelajaran akan lebih baik bila tutor menilai kemampuan awal setiap warga belajar guna memperoleh gambaran tentang keterampilan dasr dan kemampuan fungsionalnya.

  1. Membuat Kesepakatan Belajar
Kesepakatan belajar merupakan bentuk kesepakatan antar tutor dan warga belajar dalam menentukan waktu kegiatan pembelajaran serta mengidentifikasi bahan belajar atau materi pembelajaran. Kesepakatan belajar merupakan kegiatan pertama untuk memulai proses pembelajaran dalam suatu kelompok belajar.Pembuatan kesepakatan tentang waktu dan tempat pembelajaran dilakukan dengan mengadakan sosialisasi dengan calon warga belajar. Penentuan kesepakatan belajar disesuaikan dengan calon warga belajar agar kegiatan pembelajaran tiudak mengganggu rutinitas kegiatan warga belajar.
Kesepakatan tentang bahan ajar juga disesuiakan dengan kebutuhan dan minat warga belajar. Kesepakatan belajar akan membantu kelompok belajar dalam mengelola pembelajaran dan ,membantu tutor dalam mengevaluasi kemajuan warga belajar.
Langkah-langkah yang perlu dilakukan tutor dalam membuat kesepakatan belajar (contoh terlampir) adalah sebagai berikut :

  1. Tutor membuka pertemuan dengan suasana yang menyenangkan.

  2. Tutor melakukan kegiatan untuk memperoleh ide atau gagasan, pengalaman, dan masalah yang sedang dihadapi warga belajar.

  3. Tutor mencatat ide atau gagasan, perasaan, pengalaman, atau masalah yang diperoleh dari setiap warga belajar.

  4. Diskusi tentang minat, kebutuhan, dan pemilihan bahan pembelajaran.

  5. Menentukan skala prioritas dan memilih topik yang akan dipelajari.

  6. Diskusi tentang waktu dan jumlah pertemuan pembelajaran untuk setiap topik atau tema.

  7. Hasil diskusi dituangkan dalam format kesepakatan belajar.

  8. Membuat matrik gagasan pembelajaran.

0 comments:

Poskan Komentar